RSS

Pulang Basamo, Selamat Datang Kaum Urban

05 Agu

Penduduk Pesisir Selatan (yang bermukim di daerah ini) saat ini tercatat setengah juta lebih. Selanjutnya diperkirakan 1.000 000 jiwa sedang merantau ke berbagai provinsi dan negara lain. Dari 1.000.000 jiwa dirantau, maka setiap tahun rata rata pulang kampung sekitar 400 sampai 500 ribu orang.

Oleh karena banyaknya orang Pessel dirantau, maka agar pulang terkoordinir dan lebih aman belakangan sudah banyak pula yang mengagendakan pulang basamo.

Tradisi pulang kampung parmudik-lebarana kaum urban Pessel biasanya dilakukan oleh mereka yang telah menetap ataupun merantau bekerja di kota-kota besar. Misalnya Jakarta, Surabaya, Bogor, Medan, dan sebagainya. Orang Jawa menyebutnya mudik.

Pulang saat “hari rayo” selain panggilan kampung halaman, kemudian juga berkembang menjadi alat untuk menunjukkan status ke orang kampung bawa dirantau si perantau sukses.

Pulang kampung basamo meski bukanlah ritual agama dan tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya, namun tak bisa dipungkiri, tradisi pulang di hari lebaran memang telah mendarahdaging. Tidak lengkap merayakan idul fitri jika tidak di kampung.

Masyarakat kaum urban asal Pessel yang ada di kota-kota besar menjelang hari rayo rela berbondong-bondong dan berdesak-desakan demi idul fitri dikampung. Mereka pun harus rela merasakan panas, sumpek dan gerah.

Bagi yang pulang dengan kendaraan roda dua berkelompok kelompok penderitaan itu semakin diperparah lagi dengan ancaman kejahatan dan kriminalitas; mulai dari pencopetan, perampokan, penodongan, pembiusan, hipnotis/gendam.

Pulang kampung oleh orang kampung disambut antusias. Ternyata mudik lebaran memang banyak manfaatnya bagi masyarakat kampung. Dan cukup penting bagi sebagian kalangan masyarakat urban yang hanya bisa bertemu sanak saudaranya di kampung halaman setahun sekali atau bahkan mungkin lebih.

Dalam hal ini, mudik lebaran selain untuk tujuan ber-Halal bi Halal, juga bisa dijadikan untuk ajang berkumpul melepas rindu bersama keluarga, sanak-saudara, dan tetangga. Mudik lebaran juga moment yang baik untuk bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat lama di kampung halaman. Pulang kampung selain merupakan sebuah pilihan, kini juga telah menjadi semacam adat istiadat (tradisi) yang mendarahdaging di dalam masyarakat kita.

Dalam ajaran Islam sendiri tidak melarang tradisi mudik lebaran dan tidak pula mewajibkan-nya. Tidak melarang di sini dapat diartikan selama adat istiadat (tradisi) tersebut bersifat positif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ketika tujuan mudik lebaran diniatkan untuk Halal bi Halal dan menyambung tali silaturahmi, tentu menjadi tradisi yang baik dan perlu dipelihara. Namun jika dilakukan dengan kegiatan yang tidak produktif dan berlebih-lebihan yang mana justru menimbulkan pemborosan, maka hal semacam itu justru menghilangkan esensi nilai-nilai positif atau hakikat yang ingin dicapai dari tradisi mudik lebaran itu sendiri.

Pulang Kampung sendiri banyak disikapi dengan berbeda-beda oleh masyarakat kita. Ada yang mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif dan ada pula yang mengisinya dengan kegiatan-kegiatan tidak produktif yang merupakan pemborosan semata. Ada pemudik yang di kampung halamannya membagi-bagi rizqi kepada sanak-saudara maupun anak-anak tetangga mereka , yang sering kita kenal dengan salam tempel.

Sementara untuk mengatasi kerawanan masa lebaran 1433 H/2013, Pesisir Selatan menerjunkan 315 personil gabungan. Selain itu didaerah ini didirikan Pos PAM Lebaran ditujuh titik. Untuk mengoptimalkan Pos PAM ditempatkan polisi, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan lapangan.

Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetyo menyebutkan, penetapan tujuh titik tersebut berkaitan dengan tingkat kerawanan di jalan raya. Masing masing titik memiliki kerawanan berbeda sesuai dengan budaya masyarakat dan karakter medan di masing masing Pos PAM.

Tujuh Pos PAM tersebut menurut Kapolres adalah Kayu Gadang dengan 21 personil. Pos Pam Batang Kapas dengan 21 personil, Pantai Carocok 50 personil, Bukit Pulai 31 personil, Bukit Taratak 31 personil, Pantai Pasir Putih 62 personil dan di BAB Tapan-Lusi sebanyak 32 personil pula. Masing-masing Pos ini juga diperkuat oleh anggota Polsek setempat.

Kerawanan atau karakteristik jalan di Kayu Gadang adalah konsisi fisik jalan. Pemudik perlu mewaspadai terjadinya pelanggaran. Di Kawasan Pos PAM 1 ini sering timbul kecelakaan karena jalan licin dan memiliki banyak tikungan. Bahkan juga rawan longsor, karena berada disepanjang pinggir perbukitan. Maka disini ditempatkan tenaga kepolisian dan juru medis.

Lain lagi di Bukit Pulai. Ruas jalan Bukit Pulai tajam dan bertebing. Kendala pada ruas ini sering ditimbulkan akibat mobil sering terbenam di tengah jalan, kecelakaan dan lain sebagainya, kemampuan petugas juga dititikberatkan kepada upaya mengatasi potensi tersebut.

“Di Pasir Putih Kambang, jumlah personil sengaja lebih banyak, soalnya kawasan ini merupakan lokasi pariwisata pantai. Pengunjungnya banyak. Baik dari dalam daerah (lokal) maupun dari provinsi tetangga seperti Muko Muko Bengkulu dan Kerinci provinsi Jambi,” katanya.

Disebutkannya, kemacetan merupakan musuh utama pengendara di kawasan pantai Pasir Putih Kambang ini. Kalau tidak dilakukan penertiban lebih ekstra malaui petugas, maka kemacetan pada puncak arus mudik dan arus balik lebaran bisa mencapai waktu diatas 3 jam.

“Di Sutera, IV jurai, Batang Kapas dan Basa Ampek Balai Tapan, kemacetanya tidak begitu diragukan, namun pada empat kawasan itu kita

tetap menempatkan 4 titik Pos Pam agar kenyamanan masyarakat selama lebaran tercipta, katanya.

Untuk pengamaman mudik lebaran diterjunkan 315 personil yang terdiri dari, Polri (195 personl ), TNI ( 14), DLLAJ, (20 ), Pol PP (20 ), PU ( 8) Kesehatan ( 14), PK3 (48 ), Jasa R ( 2), BPBD ( 10 ).

Ia berharap, agar para pemudik asal Pessel untuk berhati-hati, dan selalu memperhatikan rambu lalu lintas yang ada, gunakan peralatan dan perlengkapan berkendara sesuai dengan aturan sebagai pengendara, khususnya para penguna roda dua.

Dia berharap mundah mudahan lebaran tahun 2013 ini angka kecelakan dapat diminimalisir. Seluruh anggota nya yang ada dilapangan untuk tegas tetapi tetap memperhatikan humanis terhadap setiap pelanggaran hukum kamseltibcarlantas dan kamtibnas. Jalin kerjasama yang harmonis dengan seluruh istansi terkait dengan segenap potensi masyarakat, dalam rangka mewujudkan sinergi polisional yang proaktif , untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan oprasi ketupat akan digelar pada hari +/- 7.

Terakhir, Selamat Datang Kaum Urban dan Selamat Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir Bathin.

Source : http://pesisirselatan.go.id

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2013 in Berita Pessel kini

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s